Ketika doa dianalogikan sebagai senjata orang-orang mukminsepertinya hal itu tidaklah salah dan tidak juga berlebihan. Bahkan seharusnya kelebihan ini dipergunakan oleh ummat islam sebaik-baiknya. Sebab, di balik doa ada makna yang luar biasa dahsyatnya. Ia bisa membalikan keadaan seratus delapan puluh derajat, melahirkan perubahan pada sikap si pendoa,merubah nasibnya, merubah kondisi dan keadaan yang selama ini menggelisahkan atau menyulitkan dan seterusnya. Ia kan menjadi lebih sempurna dan efektif jika mereka yang memanjatkan doa itu mengerti makna, hakekat, piqh, dan filosofis doa itu. Suatu perubahan deratis itu mungkin sekali terjadi dalam bilangan menit, jam, hari atau barang kalibulan dan tahun. Semua tergantung dari pemahaman dan keyakinan seseorang.
Jika filosofi doa dapat ditangkap oleh setiap pendoa, maka sama sekali bukan mustahil jika hal itu akan membawaperubahan pada pribadi dan sikapnya. Satu poin diantaranya adalah orang yang berdoa dan paham bahwa dia berdoa,itu berarti dia tahu pasisi diasebagai hamba, sedangkan disana ada tuhan yang disembah dan punya kemampuan yang luar biasa. Maha mendengar, maha melihat, maha mengetahui, maha penguasa atas segala sesuatu.
Namun semua itu akan berdampak minimal jika hal itu tidak digunakan, atau jarang digunakan atau sama sekali tidak pernah digunakan. Sama seperti nasib beberapa Negara eks uni soviet yang dinegaranya disimpan bom nuklir. Mereka tidak bisa dan tidak diperbolehkan menggunakannya, namun Negara tersebut tetap ditakuti barat karena bisa jadi bom ini disalh gunakan.
Dimana letak kekuatan dio itu? Kekuatanya ada pada kekuatan tuhan. Sebab dalam doa tuhan dilibatkan, bahkan disandarkan. Tuhan menjadi penjamin dan pembeking semua. Sedangkan tuham memiliki semua yang diperlukan manusia, bahkan lebih yang mereka bayangkan.
Dilain pihak, Tuhan dengan segala sifat dan ke Mahaan-NYA berjanji untuk ikut terlibat jika di panggil dan dilibatkan. Disini makna "panggilah AKU niscaya AKU akan memenuhinya". Dan Tuhan tidak akan mengingkari janjiNYA.
Keimanan yang mutlak dengan konsef doa yang sebagai mana yang dijelaskan didalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih merupakan dasar yang baik untuk dampak psikologis semua ini. Untuk itu, jika hal ini belum di miliki seseorang, maka sebaiknya seseorang itu membaca terlebih dahulu bku-buku dan kitab-kitab yang mengupas soal piqhdoa dan filosofisnya. Atau paling tidak, renungkanlah ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan. Semoga bermamfaat. (M. Iqbal, Dep Kaderisasi dan da'wah)
10/05/10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar